Diary Dewi Yamin

Working Mom yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga

  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Home
  • Business
    • Internet
    • Market
    • Stock
  • Downloads
    • Dvd
    • Games
    • Software
      • Office
  • Parent Category
    • Child Category 1
      • Sub Child Category 1
      • Sub Child Category 2
      • Sub Child Category 3
    • Child Category 2
    • Child Category 3
    • Child Category 4
  • Featured
  • Health
    • Childcare
    • Doctors
  • Uncategorized

Monday, 24 June 2013

Sunnah Tidur Siang

 Dewi Yamin     09:03     manfaat tidur siang     No comments   

Masa anak-anak masa penuh aktivitas. Anak-anak seolah tak berhenti bergerak, dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain. Lebih-lebih lagi bermain, sebuah aktivitas yang menjadi favorit dalam dunia anak. Kadang karena asyik bermain atau melakukan aktivitas yang lain, anak jadi susah diminta tidur siang. Bahkan tidur siang menjadi sesuatu yang menjengkelkan karena memutuskannya dari kegembiraan aktivitas yang dilakukannya.

Ternyata faktor yang menghalangi anak-anak istirahat di siang hari bukan hanya datang dari diri mereka sendiri. Bahkan terkadang, ada orangtua yang justru menghasung anak-anak untuk menyibukkan waktunya dengan segudang kegiatan, tanpa istirahat siang. Les ini, les itu, kegiatan ini dan itu, bersiap menyongsong ini dan itu, sehingga anak tak berhenti dari satu kesibukan ke kesibukan yang lain. 

Kita –orangtua– seyogianya tidak membiarkan anak-anak tanpa tidur siang ataupun sekadar beristirahat di siang hari. Dari sisi kesehatan, tentu hal ini banyak manfaatnya, mengistirahatkan tubuh sejenak dari aktivitas agar bugar kembali untuk menyambut aktivitas berikutnya.
Tak hanya dari sisi kesehatan tinjauannya. Jauh lebih penting lagi, tidur siang adalah sunnah yang diajarkan dan dilakukan oleh Rasulullah n. Beliau memerintahkan kita untuk tidur siang dalam sabda beliau yang dinukilkan oleh Anas bin Malik z:

قِيْلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ

“Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani t dalam Ash-Shahihah no. 1637: isnadnya shahih)

Jadi selain tubuh kita segar, Insya Allah pahala pun kita dapatkan.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Monday, 10 June 2013

Berangkatkan Haji Orangtua Jadi Kaya Raya

 Dewi Yamin     09:06     Kisah Sedekah, sedekah untuk orangtua     No comments   

Siang itu saat I'tikaf di sebuah masjid di bilangan Jendral Sudirman Jakarta datang seorang pria bernama Mucthar (bukan nama sebenarnya). Pria ini adalah orang berada, dari paras dan pakaian yang dikenakannya saya dapat menyimpulkan itu.
Kami berbincang usai shalat Zhuhur. Dan kami mencoba merenungi karunia apa yang pernah Allah Swt limpahkan selama hidup.

Satu per satu orang mengutarakan karunia Allah yang ia rasakan. Subhanallah, terkadang dalam duduk sesaat merenungi karunia Allah bersama kumpulan orang-orang yang shalih bisa membuat hidup lebih berarti dan sarat makna.

Maka satu demi satu masing-masing kami merasakan betapa Allah Swt sangat sayang kepada setiap hambaNya. Namun sedikit sekali dari manusia yang pandai bersyukur kepada Allah Swt.

Kini giliran Muchtar untuk bicara. Ia menyatakan bahwa sampai saat ini dia bekerja sebagai konsultan dalam bidang pertambangan.

"Tidak melulu orang yang bekerja di bidang ini selalu berlebih harta" menurutnya. "Namun perkara lapang atau sempit, sebetulnya ada dalam hati masing-masing orang" lanjutnya.

"Saya ingat tahun 90-an, saya punya uang sekitar Rp40 juta. Istri saya berencana menggunakan uang itu untuk membeli sebuah rumah di Serpong, dan memang saat itu kami belum memiliki rumah…. Kemudian saya usul kepada istri bahwa kedua orang tua saya dan kedua orang tuanya belum pernah berhaji. Mumpung mereka masih ada umur dan kita ada kelapangan uang 40 juta ini, kiranya berkenankah istri saya untuk mengikhlaskan uang ini untuk memberangkatkan mereka berempat ke tanah suci?" Muchtar menjelaskan awal masalah kepada kami semua.

Selanjutnya Muchtar mengutarakan bahwa malam itu setelah melewati beberapa pertimbangan akhirnya sang istri menuruti usulnya. Dan proses itu tidak mudah, berkali-kali istrinya berpikiran goyah, sehingga hampir membatalkan niat untuk memberangkatkan haji keempat orang tua mereka.

"Namun saya bilang kepada istri saya, bahwa ini adalah bentuk bakti kita kepada orang tua. Pastilah Allah akan bayar kebaikan ini….! Apalagi sesampainya di sana, orang tua kita akan mendoakan di tempat-tempat mustajab. Aku jamin, Allah pasti akan membalas kebaikan ini!" jelas Muchtar kepada istrinya.

Ketegaran hati pun mengkristal dan niat suci itu pun terlaksanakan. Saat itu ongkos naik haji (ONH) kira-kira Rp7 juta-an. Ditambah biaya bimbingan dan biaya hidup selama di tanah suci maka kira-kira uang Rp 40 juta itu adalah cukup.

Maka berangkatlah keempat orang yang dicintai Muchtar dan istrinya ke tanah suci untuk berhaji.

Tidak ada yang sia-sia saat kita melakukan kebaikan. Energi kebaikan itu akan kembali kepada pemiliknya. Bahkan boleh jadi ia akan kembali menjadi besar hingga menggunung dan mengejutkan pemilik kebaikan itu. Apalagi bila kebaikan itu ditunaikan kepada orang tua yang begitu berjasa atas kehidupan kita? Bukankah Allah akan ridha bila orang tua meridhai kita?!

Hanya 3 bulan berselang dari pendaftaran haji dan penyerahan biaya haji itu. Orang tua pun belum berangkat haji ke tanah suci, namun Muchtar sudah mendapatkan balasan ilahi.

"Saya gak sangka pak, saat itu saya menerima bonus akhir tahun dari perusahaan senilai Rp360 juta…! Saya kaget dan saya teramat bersyukur kepada Allah Swt Yang Maha Pemurah. Sesampainya di rumah saya ceritakan ini kepada istri, dan istri saya pun terperanjat. Akhirnya, kami merasakan betapa Allah Swt menepati janjinya." Jelas Muchtar.

Uang itu ia belikan mobil dan sebuah rumah. Ya sebuah rumah yang dibeli setelah ditangguhkan keinginan memilikinya demi berbakti kepada orang tua. Rumah itu kini lebih besar Allah beri daripada keinginan semula. Bukankah ini adalah sebuah keberuntungan? Ya, karenanya perbanyaklah kebaikan dan berbaktilah kepada orang tua!


Kisah sedekah untuk orang tua yang lain

Pada saat mau berangkat ke China dalam rangka tugas belajar, tepatnya tanggal: 17 September 2012 ada kejadian yang membuat saya semakin percaya betapa janji Allah benar adanya. Pagi itu saya mau berangkat ke kantor dalam rangka pamitan dengan teman-teman dan meminta do’anya. Sekitar jam 08:00 pagi saya sempatkan mampir ke tempat penukaran uang. Saya hendak menukarkan rupiah ke Yuan. Saya juga teringat kebetulan Alhamdulillah Ayah dan Ibu saya mau menunaikan ibadah haji, maka sekalian saya menukarkan uang 150.000 rupiah dengan riyal dan uang ini akan saya berikan Orang tua saya agar dibuat sedekah nanti waktu naik haji.


Selesai dari menukarkan uang saya langsung menuju kantor saya. Kemudian saya pamitan ke atasan saya dan meminta do’a atas tugas belajar ke China. Setelah ngobrol dan pamitan akhirnya atasan saya menelpon ke bendahara kantor agar saya diberi uang saku dan jumlahnya adalah Rp. 1.500.000,-

Subhanallah, Uang yang saya tukarkan tadi yang 150.000,- masih di dompet saya belum saya serahkan bapak ibu saya, ini sudah mendapat ganti 10 kali lipat.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Friday, 24 May 2013

Menyambut Ramadhan

 Dewi Yamin     09:57     menyambut ramadhan, Ramadhan     No comments   


Tiba saatnya kaum muslimim menyambut tamu agung bulan Ramadhan, tamu yang dinanti-nanti dan dirindukan kedatangannya. Sebentar lagi tamu itu akan bertemu dengan kita. Tamu yang membawa berkah yang berlimpah ruah. Tamu bulan Ramadhan adalah tamu agung, yang semestinya kita bergembira dengan kedatangannya dan merpersiapkan untuk menyambutnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ (58) [يونس/58]

“Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad), dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa mereka yang kumpulkan (dari harta benda). (Yunus: 58)

Yang dimaksud dengan “karunia Allah” pada ayat di atas adalah Al-Qur’anul Karim (Lihat Tafsir As Sa’di).

Bulan Ramadhan dinamakan juga dengan Syahrul Qur’an (Bulan Al Qur’an). Karena Al-Qur’an diturunkan pada bulan tersebut dan pada setiap malamnya Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam untuk mengajari Al-Qur’an kepada beliau. Bulan Ramadhan dengan segala keberkahannya merupakan rahmat dari Allah. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik dan lebih berharga dari segala perhiasan dunia.

‘Ulama Ahli Tafsir terkemuka Al-Imam As-Sa’di rahimahullah berkata dalam tafsirnya: “Bahwasannya Allah memerintahkan untuk bergembira atas karunia Allah dan rahmat-Nya karena itu akan melapangkan jiwa, menumbuhkan semangat, mewujudkan rasa syukur kepada Allah, dan akan mengokohkan jiwa, serta menguatkan keinginan dalam berilmu dan beriman, yang mendorang semakin bertambahnya karunia dan rahmat (dari Allah). Ini adalah kegembiraan yang terpuji. Berbeda halnya dengan gembira karena syahwat duniawi dan kelezatannya atau gembira diatas kebatilan, maka itu adalah kegimbiraan yang tercela. Sebagaimana Allah berfirman tentang Qarun,

“Janganlah kamu terlalu bangga, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang membanggakan diri.” (Al Qashash: 76)

Karunia dan rahmat Allah berupa bulan Ramadhan juga patut untuk kita sampaikan dan kita sebarkan kepada saudara-saudara kita kaum muslimin. Agar mereka menyadarinya dan turut bergembira atas limpahan karunia dan rahmat dari Allah. Allah berfirman :

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (11)

“Dan terhadap nikmat dari Rabb-Mu hendaklah kamu menyebut-nyebutnya.” Adh-Dhuha: 11)

Dengan menyebut-nyebut nikmat Allah akan mendorong untuk mensyukurinya dan menumbuhkan kecintaan kepada Dzat yang melimpahkan nikmat atasnya. Karena hati itu selalu condong untuk mencintai siapa yang telah berbuat baik kepadanya.

Maka sudah sepantasnya seorang muslim benar-benar menyiapkan diri untuk menyambut bulan yang penuh barakah itu, yaitu menyiapkan iman, niat ikhlash, dan hati yang bersih, di samping persiapan fisik.

Ramadhan adalan bulan suci yang penuh rahmat dan barakah. Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka pintu-pintu Al-Jannah (surga), menutup pintu-pintu neraka, dan membelenggu syaithan. Allah ‘Azza wa Jalla melipat gandakan amalan shalih yang tidak diketahui kecuali oleh Dia sendiri.

Barangsiapa yang menyambutnya dengan sungguh-sungguh, bershaum degan penuh keimanan dan memperbanyak amalan shalih, serta menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang bisa merusak ibadah shaumnya, niscaya Allah ‘Azza wa Jalla akan mengampuni dosa-dosanya dan akan melipatkan gandakan pahalanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبٍ

“Barang siapa yang bershaum dengan penuh keimanan dan harapan (pahala dari Allah), niscaya Allah mengampuni dosa-dosa yang telah lampau.” (Muttafaqun ‘alahi)

Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam juga bersabda :

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Setiap amalan bani Adam akan dilipat gandakan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, Allah I berfirman: “kecuali ibadah shaum, shaum itu ibadah untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.” (HR. Muslim)

Masih banyak lagi keutamaan dan keberkahan bulan Ramadhan yang belum disebutkan dan tidak cukup untuk disebutkan di sini.

Namun yang terpenting bagi saudara-saudaraku seiman, adalah mensyukuri atas limpahan karunia Allah dan rahmat-Nya. Janganlah nikmat yang besar ini kita nodai dan kita kotori dengan berbagai penyimpangan dan kemaksiatan. Nikmat itu akan semakin bertambah bila kita pandai mensyukurinya dan nikmat itu akan semakin berkurang bahkan bisa sirna bila kita mengkufurinya.

Termasuk perbuatan yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah perbuatan yang banyak dilakukan oleh kaum muslimin dalam menyambut bulan Ramadhan dengan amalan atau ritual tertentu, di antaranya :

1. Apa yang dikenal dengan acara Padusan.

Yaitu mandi bersama-sama dengan masih mengenakan busana, terkadang ada yang memimpin di suatu sungai, atau sumber air, atau telaga. Dengan niat mandi besar, dalam rangka membersihkan jiwa dan raga sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Sampai-sampai ada di antara muslimin yang berkeyakinan Kalau sekali saja terlewat dari ritual ini, rasanya ada yang kurang meski sudah menjalankan puasa. Jelas perbuatan ini tidak pernah diajarkan dan tidak pernah diterapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Demikian juga para shahabat, para salafus shalih, dan para ‘ulama yang mulia tidak ada yang mengamalkan atau menganjurkan amaliah tersebut. Sehingga kaum muslimin tidak boleh melakukan ritual ini.

Belum lagi, dalam ritual Padusan ini, banyak terjadi kemungkaran. Ya, jelas-jelas mandi bersama antara laki-laki dan perempuan. Jelas ini merupakan kemungkaran yang sama sekali bukan bagian dari ajaran Islam.

2. Nyekar di kuburan leluhur.

Tak jarang dari kaum muslimin, menjelang Ramadhan tiba datang ke pemakaman. Dalam Islam ada tuntunan ziarah kubur, yang disyari’atkan agar kaum muslimin ingat bahwa dirinya juga akan mati menyusul saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia lebih dahulu, sehingga dia pun harus mempersiapkan dirinya dengan iman dan amal shalih. Namun ziarah kubur, yang diistilahkan oleh orang jawa dengan nyekar, yang dikhususkan untuk menyambut Ramadhan tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam. Apalagi mengkhusukan nyekar di kuburan leluhur. Ini adalah perkara baru dalam agama. Tak jarang dalam ziarah kubur tercampur dengan kemungkaran. Yaitu sang peziarah malah berdoa kepada penghuni kubur, meminta-minta pada orang yang sudah mati, atau ngalap berkah dari tanah kuburan! Ini merupakan perbuatan syirik!

3. Minta ma’af kepada sesama menjelang datangnya Ramadhan.

Dengan alasan agar menghadapi bulan Ramadhan dengan hati yang bersih, sudah terhapus beban dosa terhadap sesama. Bahkan di sebagian kalangan diyakini sebagai syarat agar puasanya sempurna.

Tidak diragukan, bahwa meminta ma’af kepada sesama adalah sesuatu yang dituntunkan dalam agama, mengingat manusia adalah tempat salah dan lupa. Meminta ma’af di sini umum sifatnya, bahkan setiap saat harus kita lakukan jika kita berbuat salah kepada sesama, tidak terkait dengan waktu atau acara tertentu. Mengkaitkan permintaan ma’af dengan Ramadhan, atau dijadikan termasuk cara untuk menyambut Ramadhan, maka jelas ini membuat hal baru dalam agama. Amaliah ini bukan bagian dari tuntunan syari’at Islam.

Itulah beberapa contoh amalan yang tidak ada tuntunan dalam syari’at yang dijadikan acara dalam menyambut bulan Ramadhan. Sayangnya, amaliah tersebut banyak tersebar di kalangan kaum muslimin.

Semestinya dalam menyambut Ramadhan Mubarak ini kita mempersiapkan iman dan niat ikhlash kita. Hendaknya kita berniat untuk benar-benar mengisi Ramadhan ini dengan meningkatkan ibadah dan amal shalih. Baik puasa itu sendiri, memperbaiki kualitas ibadah shalat kita, berjama’ah di masjid, qiyamul lail (shalat tarawih), tilawatul qur’an, memperbanyak dzikir, shadaqah, dan berbagai amal shalih lainnya.

Tentunya itu semua butuh iman dan niat yang ikhlash, disamping butuh ilmu tentang bagaimana tuntunan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam melaksanakan berbagai amal shalih tersebut. agar amal kita menjadi amal yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Juga perlu adanya kesiapan fisik, agar tubuh kita benar-benar sehat sehingga bisa menjalankan berbagai ibadah dan amal shalih pada bulan Ramadhan dengan lancar.

Puncak dari itu semua adalah semoga puasa dan semua amal ibadah kita pada bulan Ramadhan ini benar-benar bisa mengantarkan kita pada derajat taqwa di sisi Allah ‘Azza wa Jalla.

Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang gagal dalam Ramadhan ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

رب صائم ليس له من صيامه إلا الجوع، ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر

“Berapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak ada yang ia dapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar saja. Dan berapa banyak orang menegakkan ibadah malam hari, namun tidak ada yang ia dapatkan kecuali hanya begadang saja.” (HR. Ibu Majah)

Juga beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

إن جبريل عليه السلام أتاني فقال من أدرك شهر رمضان فلم يغفر له فدخل النار فأبعده الله قل آمين فقلت آمين

“Sesungguhnya Jibril ‘alaihis salam mendatangiku, dia berkata : ‘Barangsiap yang mendapati bulan Ramadhan namun tidak menyebakan dosanya diampuni dia akan masuk neraka dan Allah jauhkan dia. Katakan amin (wahai Muhammad). Maka aku pun berkata : Amin.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ahmad)

Semoga kita termasuk orang yang mendapat keutamaan dan fadhilah dalam bulan Ramadhan ini. Semoga Allah menyatukan hati-hati kita di atas Islam dan Iman. Dan semoga Allah menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai jembatan menuju keridhaan Allah ‘Azza wa Jallah dan meraih ketaqwaan kepada-Nya.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

3 Nasehat Yusuf Mansur

 Dewi Yamin     09:44     nasehat yusuf mansur, tausyiah yusuf mansur     1 comment   


Selama hidupnya, Ustadz Yusuf Mansur juga pernah mengalami masa-masa yang sulit. Sempat terlilit utang, masuk penjara, hingga berjualan es di bus. Semua yang ia bangun selama ini kembali ke titik 0. Pada masa-masa tersebut, justru menjadi titik balik perubahan kehidupannya. Beliau menulis bait-bait perenungan bagi dirinya sendiri pada kala itu, agar termotivasi dan bangkit dari keterpurukan.

Ada 3 bait perenungan beliau yang sangat menarik, karena berkaitan dengan kehidupan dunia dan akhirat. Berikut ini 3 butir sikap hidup/ nasehat dari Yusuf Mansur yang terdapat pada buku “Buat Apa Susah? Segarkan hidupmu dengan percaya”:

1. Fatamorgana

Wahai diriku… kadang dunia bak fatamorgana. Seolah-olah kita sedang menuju oase untuk mereguk airnya. Padahal, itu hanya angan-angan kosong yang tidak bisa memenuhi dahaga. Seolah-olah kita sedang memeluknya padahal kita sedang memeluk sesuatu yang kosong, yang tidak memenuhi apapun bagi kehidupan kita. Seolah-olah ia bisa kita buru, ternyata ia sedang memperlakukan kita sebagai budak. Kita sering capek sendiri. Kita dapatkan ia, tetapi ia terlepas lagi dari genggaman. Kita dekap dia, dia malah berontak. Tidak ada yang disisakan oleh dunia melainkan kesibukan yang melalaikan saja.

2. Akan Hancur, Akan hilang

Wahai diriku… kejarlah dunia sebagai modal untuk kepentingan akhiratmu. Jangan berhenti dengan bangganya dunia yang tergenggam. Sebab, dunia akan hilang, dunia akan hancur. Sebaliknya, usahakanlah apa yang engkau kejar adalah ampunan dan keridhaan-Nya.

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga dengan banyaknya harta dan anak. Dunia bagaikan hujan yang membuat tanam-tanaman mengagumkan para petani. Kemudian, tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Di akhirat ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS Al-Hadid [57]:20)

3. Jika Hanya Mengejar Dunia

Wahai diriku… alangkah ruginya jika kita hanya mengejar dunia, tidak mengejar keridhaan Allah sebagai pemilik dunia. Alangkah ruginya kita tenggelam mengejar kesibukan dunia dan tidak menyibukkan diri dalam persiapan hidup di akhirat. Allah telah memberi tahu kita dan mengajarkan lewat serangkaian pengalaman kehidupan bahwa Allah dan amal salehlah yang harus lebih dijadikan tujuan.
“Harta dan anak-anak adalah sekadar perhiasan kehidupan dunia. Amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi tujuan.” (QS Al-Kahfi [18]:46)

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Thursday, 23 May 2013

Wanita Yang Dirindukan Surga

 Dewi Yamin     11:55     Wanita, wanita yang dirindukan surga     No comments   


Setiap orang, baik laki-laki maupun wanita, pasti sangat mendambakan surga. Cita-cita tertinggi dari setiap kita yang selalu tertanam dalam hati adalah masuk ke dalam surga-Nya, itulah refleksi untaian doa yang selalu disenandungkan disetiap kesempatan, dan inilah doa sebaik-baiknya bagi seorang Muslim.

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan (hasanah) di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah [2]: 201).

Tentang kenikmatan surga Rasulullah SAW pernah menggambarkan melalui sabdanya, “Mata tidak pernah melihatnya, telinga tidak pernah mendengarnya, dan tidak pernah terlintas di relung hati manusia.” (HR Bukhari dan Muslim).

Pertanyaannya, sifat-sifat wanita yang bagaimanakah yang dirindukan oleh surga itu?

Pertama, wanita yang taat menjalankan agama. 

Seorang wanita yang taat berpegang teguh dengan agama Allah SWT meskipun ia hidup di bawah seorang suami yang kafir.
“Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (QS At-Tahrim [66]: 11).

Kedua, wanita yang berhias dengan amal shalih.

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al-Ahzab [33]: 35).

Ketiga, wanita yang baik dalam mendidik anak perempuan.

“Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan dengan sesuatu, kemudian dia tetap berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut bisa menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, wanita yang shalat lima waktu, puasa Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan taat kepada suaminya.

“Apabila wanita shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, dia menjaga kemaluannya, menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” (HR Ahmad).

Kelima, wanita yang amar ma’ruf nahi mungkar.

 “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah [9]: 71).

Keenam, wanita yang sabar menerima penyakit.

Atha' bin Abi Rabbah RA berkata, Ibnu Abbas pernah bercerita kepadaku, “Maukah aku tunjukkan kepadamu wanita penghuni surga? Ada seorang wanita yang datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Wahai Nabi, aku menderita penyakit sejenis ayan, apabila penyakit itu kumat aku tidak sadar sampai membuka auratku, berdoalah kepada Allah agar menyembuhkanku.” Nabi SAW bersabda, “Apabila kamu mau bersabar maka bagimu surga, tetapi apabila tidak maka saya bisa mendoakanmu kepada Allah.” Wanita tadi menjawab, “Baiklah aku bersabar, tetapi doakan agar aku tidak sampai membuka aurat.” Kemudian Nabi SAW mendoakannya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Ketujuh, wanita yang tidak pernah menyakiti siapa pun.

Abu Hurairah RA berkata, “Ada yang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, ada seorang wanita yang rajin shalat malam dan puasa di siang hari serta bersedekah, tetapi dia menyakiti tetangganya dengan lisannya. Maka Rasulullah SAW menjawab, “Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk penghuni neraka.” Mereka bertanya kembali, “Di sana ada seorang wanita yang hanya shalat wajib dan bersedekah dengan sepotong keju, tetapi dia tidak pernah menyakiti siapa pun?” Rasulullah SAW menjawab, “Dia penghuni surga.” (H.R. Ahmad, Bukhari, Ibnu Hibban, dan Hakim).

Kedelapan, wanita yang selalu mencari keridhaan suami.

Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kalian aku kabari tentang para wanita penghuni surga? Yaitu wanita yang pengasih, banyak anak, dan berperilaku baik. Jika ia didzalimi (suaminya marah kepadanya), atau ia berbuat dzalim (kepada suaminya) ia berkata, “Ini tanganku berada di tanganmu. Aku tidak bisa memejamkan mataku hingga engkau ridha.” (Lihat dalam Shahih al-Jami').

Kesembilan, wanita yang taat kepada suami dalam hal kebaikan.

Husain  bin Muhsin RA berkata, “Bibiku telah menceritakan kepadaku, “Aku pernah datang menemui Rasulullah SAW untuk sebuah keperluan. Rasulullah berkata, “Ada apa ini, apakah engkau punya suami?” Aku menjawab, “Ya.” Rasulullah kembali bertanya, “Bagaimana ketaatanmu kepadanya?” Aku menjawab, “Aku tidak pernah meremehkan ketaatan dan pengabdian kepadanya, kecuali jika aku tidak mampu. Rasulullah SAW menjawab, “Lihatlah dirimu, sejauhmana kedudukanmu di mata suamimu, dia adalah surga dan neraka bagimu.” (Lihat dalam Adab Az-Zifaf).

Kesepuluh, wanita yang menyayangi  binatang.

Alkisah, ada seekor anjing sedang berada di sekitar sumur air. Anjing itu hampir-hampir mati karena kehausan. Tidak jauh dari sumur, ada seorang wanita pezina dari kalangan Bani Israil. Lantas, dengan sigap wanita itu pun melepas sepatunya dan mengambil air dari sumur, kemudian meminumkan air itu kepada anjing tersebut. Akhirnya, wanita tersebut diampuni Allah disebabkan perbuatannya (memberi minum anjing).” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Kesebelas, wanita yang amar ma'ruf nahi munkar.

Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah [9]: 71). Wallahu a'lam.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Orang yang Dicintai Allah SWT

 Dewi Yamin     11:44     Cinta Allah, orang yang dicintai allah     No comments   


Inilah 18 orang yang beruntung karena telah dicintai Allah SWT.
Siapa saja mereka dan kenapa Allah SWT sangat sayang dan mencintai mereka ???

Orang-orang yang dicintai Allah SWT:

1. At-Tawwabin.
Orang-orang yang bertaubat

… Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah [2]: 222)

2. Al-Mutathohirin.
Orang-orang yang suka bersuci /menjaga wudhu

… Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah [2]: 222)

3. Al-Muqsithin.
Orang-orang yang adil

… sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang adil. (QS. Al-Maa’idah [5]: 42)

4. Al-Muttaqin.
Orang-orang yang taqwa

… maka sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Imran [3]: 76)

5. Al-Muhsinin.
Orang-orang yang suka berbuat kebaikan

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali ‘Imran [3]: 134)

6. Al-Mutawakilin.
Orang-orang yang bertawakal kepada ALLAH Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada ALLAH. Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-NYA. (QS. Ali ‘Imran [3]: 159)

7. As-Shobirin.
Orang-orang yang sabar ALLAH menyukai orang-orang yang sabar.
(Ali ‘Imran [3]: 146)

8. Orang-orang yang mengikuti Rasul
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai ALLAH, ikutilah aku, niscaya ALLAH mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Ali ‘Imran[3]:31)

9. Orang-orang yang berperang di jalan ALLAH.
Sesungguhnya ALLAH menyukai orang yang berperang dijalan-NYA dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(QS. Ash-Shaff [61]: 4)

10. Orang-orang yang tidak suka mengeluarkan kata-kata yang keji, berpikir mandiri, sabar dan rajin melakukan sholat malam. 
Imam al-Baqir as berkata, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai orang yan (apabila) bersenda gurau tidak mengeluarkan kata-kata yang keji, yang berpikir mandiri, selalu bersabar (apabila) sendirian, dan suka melakukan shalat malam”

11. Orang-orang yang hatinya senantiasa sedih namun tetap bersyukur kepada ALLAH subhana wa Ta'ala . 
Imam Ali Zainal ‘Abidin as berkata, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai setiap hati yang selalu merasa sedih, dan setiap hamba yang selalu bersyukur”

12. Orang-orang yang memiliki sifat malu (al-hayya’) dan santun (al-halim).
Rasulullah saw. bersabda, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai orang yang memiliki sifat malu, orang yang senantiasa santun, orang yang selalu menjaga kesucian dirinya (‘afif) , dan orang yang enggan berbuat keji (muta’afiffah)”

13. Orang-orang yang rajin sholat malam, bersedekah, dan tidak takut mati di jalan ALLAH. Rasulullah saw bersabda, ”Tiga macam orang yang ALLAH ‘Azza wa Jalla mencintai mereka yakni mereka yang senantiasa bangun di malam hari (untuk mengerjakan shalat malam) lalu membaca

Kitab ALLAH (Al-Qur’an), mereka yang senang bersedekah dengan tangan kanannya sambil menyembunyikannya dari tangan kirinya, dan mereka yang mengalahkan dan mengusir musuhnya dalam perang sementara kawan-kawannya menyerahkan diri kepada musuh”

14. Orang-orang yang saling mencintai di jalan ALLAH, bersilaturahiim dan bertawakkal kepada ALLAH.
Di dalam hadits Mi’raj diriwayatkan bahwa ALLAH ‘Azza wa Jalla telah berfirman, ”Wahai Muhammad! Wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang saling mencintai di jalan-KU, dan wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang saling berkasih sayang di jalan-KU, dan wajib bagi-Ku mencintai orang-orang yang suka bersilatur-rahim di jalan-Ku, dan wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang senantiasa bertawakkal kepada-KU…”

15. Orang-orang yang mencintai amal yang diwajibkan kepadanya.
ALLAH Tabaraka Ta’ala berfirman, ”Tiada yang lebih Aku cintai dari seorang hamba-KU daripada kecintaan sang hamba kepada apa yang telah Aku wajibkan baginya”

16. Orang-orang yang mampu meredam kemarahannya dengan santun. 
Rasulullah saw bersabda, ”Wajiblah kecintaan ALLAH atas orang yang marah tetapi ia mampu meredam kemarahannya dengan santun”

17. Orang-orang yang banyak mengingat mati. 
Rasulullah saw bersabda, ”Barangsiapa yang banyak mengingat kematian niscaya ALLAH mencintainya”

18. Orang-orang yang mencintai apa yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA, dan membenci apa yang dibenci ALLAH dan Rasul-NYA.
Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw, ”Aku ingin sekali menjadi orang yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA”.

Rasulullah saw pun berkata, ”Cintailah apa yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA, dan bencilah apa yang dibenci oleh ALLAH dan Rasul-NYA”

Adakah diantara kawan-kawan termasuk salah satunya?
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Newer Posts Older Posts Home

Popular Posts

  • Tips Memilih Lokasi Yang Tepat Untuk Bisnis Anda
    Bagi  Anda yang ingin memulai atau merintis suatu usaha terutama dalam hal berdagang atau berjualan pastinya Anda akan memikirkan bagaimana ...
  • Jual Rumah Untung 157 Juta
    Jangan kaget yach... Saya cuman mau cerita kisah sedekah dengan jual rumah yang menakjubkan, kisahnya seperti ini: Tersebutlah seo...
  • 9 Penyebab Keputihan dan Cara Mengatasinya
    9 Penyebab Keputihan dan Cara Mengatasinya Secara normal semua wanita akan mengeluarkan cairan dari vaginanya. Cairan ini dianggap sebagai...
  • Ketemu Juga Minyak Telon Wangi Buat Izdihar
    Minyak telon yang sedep... Ni aku mau berbagi kisah petualangan (cieee kaya mau ngapain yak... ) nemuin minyak telon yang cocok buat dede ...
  • Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan
    Syarat Wajib Puasa Syarat wajibnya puasa yaitu: (1) islam, (2) berakal, (3) sudah baligh, dan (4) mengetahui akan wajibnya puasa. Ruku...
  • Tips Menghilangkan Jerawat Dengan Minyak Zaitun
    Wajah penuh bekas jerawat tentu akan mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri. Bekas jerawat bisa diatasi dengan berbagai meto...
  • Panduan Bila Anda Ingin Menyewa Atau Menyewakan Rumah
    Menyewa rumah, biasanya menjadi pilihan bagi mereka yang sering berpindah tempat tinggal karena pekerjaan, atau keluarga kecil yang belum ma...
  • Hilangkan Noda Darah di Baju Dalam Waktu 1 Menit
    Sebenarnya ada cara sangat praktis untuk menghilangkan noda darah di baju. Cukup sederhana yaitu memakai sabun mandi, terutama sabun mandi y...
  • Manfaat Memakai Jilbab Part 2 (Kesehatan)
    Habib Luthfi menerangkan tentang manfaat jilbab bagi kesehatan, bahwa,”anatomi tubuh wanita sangat sensitif dibanding pria. Kantong-...
  • 12 Cara Menghilangkan Ketombe
    12 Cara Menghilangkan Ketombe    Ketombe membuat kita merasa tidak nyaman. Selain menimbulkan rasa gatal, ketombe juga bisa membuat rambut...

Recent Posts

Unordered List

Pages

  • Home

Text Widget

Blog Archive

  • ▼  2015 (12)
    • ▼  November (3)
      • Tips Memilih Lokasi Yang Tepat Untuk Bisnis Anda
      • Panduan Bila Anda Ingin Menyewa Atau Menyewakan Rumah
      • 5 Strategi Agar Apartemen Anda Cepat Tersewa Atau ...
    • ►  September (2)
    • ►  August (5)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2014 (10)
    • ►  January (10)
  • ►  2013 (45)
    • ►  December (6)
    • ►  August (8)
    • ►  June (2)
    • ►  May (14)
    • ►  March (1)
    • ►  February (10)
    • ►  January (4)
  • ►  2012 (17)
    • ►  December (7)
    • ►  November (6)
    • ►  October (4)
  • ►  2011 (17)
    • ►  October (7)
    • ►  September (2)
    • ►  August (8)

Blog Archive

  • ▼ 2015 (12)
    • ▼ November (3)
      • Tips Memilih Lokasi Yang Tepat Untuk Bisnis Anda
      • Panduan Bila Anda Ingin Menyewa Atau Menyewakan Rumah
      • 5 Strategi Agar Apartemen Anda Cepat Tersewa Atau ...
    • ► September (2)
    • ► August (5)
    • ► July (1)
    • ► March (1)
  • ► 2014 (10)
    • ► January (10)
  • ► 2013 (45)
    • ► December (6)
    • ► August (8)
    • ► June (2)
    • ► May (14)
    • ► March (1)
    • ► February (10)
    • ► January (4)
  • ► 2012 (17)
    • ► December (7)
    • ► November (6)
    • ► October (4)
  • ► 2011 (17)
    • ► October (7)
    • ► September (2)
    • ► August (8)
by Dewi yamin. Powered by Blogger.

Video of the Day

Most Trending

  • Ketemu Juga Minyak Telon Wangi Buat Izdihar
    Minyak telon yang sedep... Ni aku mau berbagi kisah petualangan (cieee kaya mau ngapain yak... ) nemuin minyak telon yang cocok buat dede ...
  • Makanan Penyebab Keputihan
    Sobat, ternyata ada beberapa makanan yang bisa memicu terjadinya keputihan pada wanita. Kita lihat yuk apa saja ... makanan penyebab kep...
  • 6 Cara Menghilangkan Jerawat Dan Bekasnya
    6 Cara Menghilangkan Jerawat Dan Bekasnya Dengan Cepat Perawatan Lase r Ada satu kata yang sering jadi momok bagi semua orang teruta...
  • Metode Menghafal Al Qur'an Untuk Anak
    Kemampuan anak kecil untuk menghafal tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab berdasarkan realitas menunjukkan bahwa anak kecil mempunyai k...
  • Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan
    Syarat Wajib Puasa Syarat wajibnya puasa yaitu: (1) islam, (2) berakal, (3) sudah baligh, dan (4) mengetahui akan wajibnya puasa. Ruku...
  • Minuman Isotonik Alami
    Akhir - akhir ini udara terasa panas ya... Sobat harus waspada jangan sampe tubuh sobat mengalami dehidrasi ( kekurangan cairan). Minuman is...

Sample Text

Copyright © Diary Dewi Yamin | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates